MANUSIA DAN AGAMA
Syaiful Herpian Abdullah
UNIVERSITAS GUNADARMA
Ahmad Nasher
Definisi Manusia :
Manusia atau orang dapat diartikan
berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara
campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens
(Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies
primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam
hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang,
dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau
makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras
lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan
bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan
teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok,
dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling
utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin
seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda
laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda
perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari
janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan
(orang) tua.
Selain itu masih banyak
penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna
kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama
(penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ),
hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri,
keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Definisi Agama:
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem
budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah
dari kehidupan. Banyak agama memiliki
narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup
dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan
mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika,
hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada
sekitar 4.200 agama di dunia.
Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan,
definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat
suci, dan kitab suci. Praktik agama juga dapat mencakup ritual, khotbah,
peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta,
trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik,
seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga
mungkin mengandung mitologi.
A. Kebutuhan Manusia Terhadap
Agama
Manusia memiliki bermacam ragam
kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena
kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya. Karena manusia selalu
membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama karena manusia merasa bahwa dalam
jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya yang maha kuasa tempat mereka
berlindung dan memohon pertolongan. Sehingga keseimbangan manusia dilandasi
kepercayaan beragama. Sikap orang dewasa dalam beragama sangat menonjol jika,
kebutuhan akan beragama tertanam dalam dirinya. Kestabilan hidup seseorang
dalam beragama dan tingkah laku keagamaan seseorang, bukanlah kestabilan yang
statis.
Adanya perubahan itu terjadi
karena proses pertimbangan pikiran, pengetahuan yang dimiliki dan mungkin karena
kondisi yang ada. Tingkah laku keagamaan orang dewasa memiliki perspektif yang
luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya.
Kita mungkin telah dapat merasakan bagaimana pentingnya peranan yang
telah dimainkan oleh agama dalam kehidupan manusia. Hal itu malah mungkin
menimbulkan kekecewaan pada manusia, karena betapa sering perwujudan agama
gagal. Begitu juga kita telah merasakan betapa pentingnya mutu kehidupan
beragama itu bagi seluruh tradisi manusia.
Barangkali kita juga telah
mengambil sikap baru terhadap agama lain yang bukan agama kita peluk sendiri.
Bukan dalam arti bahwa kita menyetujui semua agama tersebut. Dalam menelaah
kehidupan semua agama manusia tersebut, tidak ada hal yang mengharuskan garis
batas keyakinan agama lain terlewati. Namun barangkali kita telah dapat
memandang agama-agama tersebut sebagai keyakinan yang dianut oleh manusia yang
hidup, yaitu orang-orang yang juga mempertanyakan berbagai masalah dasar yang
juga kita pertanyakan, mereka juga mencari hidup yang lebih luhur terhadap
agamanya.
Agama mengambil bagian pada
saat-saat yang paling penting dan pada pengalaman hidup. Agama merayakan
kelahiran, menandai pergantian jenjang masa dewasa, mengesahkan perkawinan,
serta kehidupan keluarga, dan melapangkan jalan dari kehidupan kini menuju
kehidupan yang akan datang.
Bagi jutaan manusia, agama
berada dalam kehidupan mereka pada saat-saat yang paling khusus maupun pada
saat-saat yang paling mengerikan. agama juga memberikan jawaban-jawaban
terhadap pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan kita. Adakah kekuatan
tertinggi lain yang mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan
kita? Bagaimanakah kehidupan dimulai? Apa arti semuanya ini? Mengapa orang
menderita? Apa yang terjadi terhadap diri kita apabila kita telah mati?
Mengingat hal demikian wajarlah
jika agama menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia, karenanya ia mampu
memberikan jawaban sekaligus inspirasi bagi terwujudnya kehidupan yang
diinginkan manusia.
B. Fungsi Agama Dalam
Kehidupan Manusia
Dari segi pragmatisme,
seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi
kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi
dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti yang
akan diuraikan di bawah ini :
1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
Agama dikatakan memberi
pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberipenerangan kepada
dunia (secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia.Penerangan
dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan
sedikitpenerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada
umatnya bahwadunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati
Allah(s.w.t). begitu jugauntuk yang beragama lain dengan kepercayaan kepada
Tuhan yg di miliki.
2. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian pertanyaan yang
sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh
akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan
hidup,soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan
ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya
untuk menjawab persoalan-persoalan ini.
3. Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor
dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan
keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan
dunia dan nilai yang sama.
4. Memainkan fungsi peranan sosial.
Kebanyakan agama di dunia ini
menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendirisebenarnya telah
menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka inidikatakan
agama memainkan fungsi peranan sosial.
C. Pentingnya Agama dalam Kehidupan Manusia.
Berikut ini adalah sebagian dari
bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
1. Karena agama sumber
moral
2. Karena agama merupakan
petunjuk kebenaran.
3. Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
4. Karena agama memberikan
bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun dikala duka.
Peran yang paling pertama dan
utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain adalah agama, dengan
kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teratur dan terkendali juga
sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat
hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih
kekal yaitu diakhirat kelak. Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah
merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada
batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang
pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan. Kenapa hal ini perlu ditegaskan
? Karena dalam diri manusia terdapat motivasi untuk pemuas kebutuhan dasar
seperti dikatakan oleh Teori Abraham A. Maslow :
1. Kebutuhan fisik
Misalnya kebutuhan untuk makan,
minum dan bernapas. Untuk kesehatannya manusia perlu asupan makanan dengan gizi
yang sehat dan seimbang, sehat menurut ilmu kesehatan bahwa makanan yang kita
makan adalah makanan yang dibuat, dan disajikan dari bahan dan penyajian yang
sehat. Sedangkan menurut ilmu agama bahwa makanan yang sehat itu selain yang
disebutkan diatas, bahwa makanan atau minuman itu harus baik dan halal.
Perintah Allah kepada rasul juga
merupakan perintah kepada umatnya bahwa makanan yang kita makan itu betul-betul
dibuat dari bahan yang halal dan baik, baik disini berarti makanan tersebut
bergizi yang dapat menimbulkan kesehatan dan keadaannya tidak menjijikan.
Disamping harus halal dalam ilmu agama (Islam) makanan itu harus baik artinya
cara pembuatannya/prosesnya dengan cara yang baik.
2. Kebutuhan rasa aman
Artinya bahwa manusia hidup
perlu adanya pelindung sehingga terhindar dari gangguan atau ancaman darimana
pun, sehingga tercipta ketenangan hidup dan keamanan dalam dirinya.
3. Kebutuhan integrasi
sosial
Sebagai manusia yang normal
pasti berintegrasi dengan manusia yang lainnya baik secara lagsung maupun tidak
langsung akan saling membantu dan saling membutuhkan satu sama lain jadi
artinya tidak ada manusia satupun yang hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang
lain.
4. Kebutuhan harga diri
Manusia dalam hidupnya perlu
adanya harga diri atau kebanggaan diri atau kata lain rasa ingin dihargai
dilingkungannya baik dilingkungan keluaraga, masyarakat ataupun dilingkungan
kerjanya.
5. Kebutuhan untuk
mengembangkan diri
Artinya bahwa manusia itu dalam
hidupnya ada kebutuhan untuk berapresiasi mengembangkan bakat dan hobinya
sehingga menghasilkan karya yang baik dan berguna baik untuk dirinya maupun
untuk orang lain sehingga tejadi kepuasan didalam dirinya. Kembali kepada
pengawasan, diatas telah disebutkan bahwa pengawasan interen yang ada pada diri
kita itu adalah keiman dan ketakwaan yang diajarkan oleh agama islam.
Keimananpun bisa tipis dan bisa tebal itu tergantung usaha kita bagaimana
supaya selalu dekat kepada Allah caranya dengan beribadah dan selalu
mempelajari ajarannya.
Kesimpulan:
Agama adalah pedoman hidup bagi setiap
manusia, yang berarti apabila seseorang tidak memiliki agama atau kepercayaan
maka dia tidak mempunyai pedoman hidup yang berarti dia tidak akan mendapatkan ketenangan dalam hidupnya. Setiap agama pada
umumnya mengajarkan kebaikan, oleh karna itu apabila seseorang telah mengamalkan
agamanya dengan baik maka orang tersebut bisa menjadi individu yang baik pula,
seperti yang agamanya ajarkan. Oleh karna itu kita harus bisa menghargai setiap
agama yang ada, karna setiap individu berHAK untuk memilih agamanya sendiri.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Agama
https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
http://abdulrais12415.blogspot.co.id/2013/02/hubungan-manusia-dengan-agama.html
