EKOLOGI, ILMU LINGKUNGAN DAN AZAS-AZAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Nama : Syaiful Herpian Abdullah / 37416242
Kelas : 3ID11
Dosen : Bpk. Adi Pramudyo
Mata Kuliah : Pengetahuan Lingkungan
1. Ekologi
Menurut G. Tyler Miller (1975), definisi ekologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan organisme lain
dan dengan lingkungannya. Menurut Ernst Haeckel (1866), pengertian ekologi adalah ilmu pengetahuan
komprehensif tentang hubungan organisme terhadap lingkungan hidupnya. dapat disimpullkan ekologi adalah suatu ilmu yang memprlajari tentang hubungan timbal balik organisme dengan lingkungan hidupnya.
Adapun batasan pokok bahasan atau ruang lingkup ekologi adalah
sebagai berikut:
1.
Individu
Individu
adalah satuan organisme dari setiap jenis atau species tertentu. Misalnya;
seorang manusia, seekor gajah, seekor burung, seekor ikan, dan sebagainya.
2.
Populasi
Populasi
adalah suatu kelompok individu sejenis yang berada di suatu tempat dan waktu
tertentu. Misalnya populasi manusia, populasi burung, populasi rumput, dan
sebagainya.
3.
Komunitas
Komunitas
adalah suatu kelompok mahluk hidup yang terdiri atas beberapa populasi dan
saling berinteraksi satu sama lainnya pada suatu tempat dan waktu tertentu.
Misalnya komunitas padang rumput yang di dalamnya terdapat populasi rumput,
populasi belalang, populasi burung, populasi ular, dan lainnya.
4.
Ekosistem
Ekosistem
adalah suatu kondisi dimana terjadi hubungan timbal balik dan saling
ketergantungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Misalnya ekosistem
hutan, ekosistem air laut, dan lainnya.
5.
Biosfer
Biosfer
adalah tingkatan organisasi biologi yang paling besar dimana di dalamnya
terdapat semua kehidupan yang ada di bumi dan terdapat interaksi antara
lingkungan fisik secara keseluruhan.
Ekologi dapat berlangsung apabila sudah memenuhi beberapa faktor, berikut adalah beberapa prinsip utama dalam ekologi :
- Adanya interaksi (interaction).
- Adanya saling ketergantungan (interdependence).
- Adanya keanekaragaman (diversity).
- Adanya keharmonisan (harmony).
- Adanya kemampuan berkelanjutan (sustainability)
2. ILMU LINGKUNGAN
Ilmu lingkungan (environmental science atau envirology) adalah ilmu yang
mempelajari tentang lingkungan hidup. Ilmu Lingkungan adalah suatu
studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia
yang pantas di dalamnya. Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi
adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat
(valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan
manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan
kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap
manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh.
Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu
(terutama ekologi, ilmu lainnya: biologi, biokimia, hidrologi,
oceanografi, meteorologi, ilmu tanah, geografi, demografi, ekonomi dan
sebagainya), yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah
yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu
lingkungan merupakan penjabaran atau terapan dari ekologi
Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.
Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.
Ilmu lingkungan yang semakin berkembang dan banyak mengeluarkan hasil,
model, dan teori yang semakin meningkat jumlahnya harus didasari oleh
asas yang kokoh dan kuat. Asas-asas yang terdapat dalam pengetahuan
lingkungan yaitu ada 14 asas. Berikut ini penjelasan dari asas-asas
pengetahuan lingkungan :
ASAS 1
“Semua energi yang memasuki
sebuah organisme hidup populasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai
energi yang tersimpan atau yang terlepaskan. Energi dapat diubah dari
suatu bentuk ke bentuk lainnya, tetapi tidak mungkin hilang, atau
dihancurkan, atau diciptakan”
ASAS 2
“Tidak ada system konversi energi yang sepenuhnya efisien”
ASAS 3
“Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman adalah kategori-kategori sumber alam”
ASAS 4
“Untuk semua kategori
sumber alam, apabila ketersediaannya mencapai optimum, maka pengaruh
penambahan satu unit akan menurun sejalan dengan peningkatan sumber alam
tersebut sampai suatu batas maksimum. Melampaui batas maksimum ini,
tidak akan ada pengaruh yang menguntungkan”
ASAS 5
“Ada dua tipe sumberdaya
yang berbeda secara mendasar yaitu sumberdaya yang peningkatan
ketersediaannya akan memacu penggunaan selanjutnya, dan sumberdaya yang
tidak mempunyai daya pemacu seperti tersebut”
ASAS 6
“Individu-individu atau
species-species yang memiliki jumlah keturunan yang lebih besar
dibanding dengan saingannya, cenderung akan menggantikan saingannya”
ASAS 7
“Keanekaragaman yang mantab dari komunitas-komunitas akan lebih tinggi pada lingkungan yang dapat diramalkan”
ASAS 8
“Apakah suatu habitat
menjadi jenuh oleh keanekaragaman species dalam takson tertentu,
bergantung kepada bagaimana nisia dipisahkan dalam takson tersebut”
ASAS 9
“Keanekaragaman komunitas apa pun sebanding dengan biomassa dibagi dengan produktivitasnya”
ASAS 10
“Perbandingan biomassa
terhadap produktivitas akan menaik sepanjang waktu dalam lingkungan
fisik yang stabil, sampai tercapai suatu bentuk asimtot”
ASAS 11
“Sistem yang sudah mantap (dewasa) akan mengeksploitasi sistem yang
belum mantap”
ASAS 12
“Kesempurnaan daya adaptasi tiap sifat atau atribut bergantung kepada nilai penting relatif dari suatu lingkungan tertentu”
ASAS 13
“Lingkungan yang secara
fisik stabil memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologik
di dalam ekosistem yang mantap, yang menggalakkan kestabilan populasi”
ASAS 14
“Derajat pola keteraturan
fluktuasi populasi bergantung kepada jumlah keturunan dari populasi
sebelumnya yang berpengaruh pada populasi tersebut”
Daftar Pustaka :