kewirausahaan adalah
proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan
waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang
menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan
juga dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang
muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan
dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan
menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan
tindakan yang kreatif dan innovatif.
Dari
beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kewirauasahaan adalah suatu
proses menciptakan sesuatu dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai
modal, jasa dan resiko serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan
pribadi.
Tujuan
Kewirausahaan
Dalam pendidikan kewirausahaan
diajarkan dan ditanamkan mengenai sikap dan perilaku untukmembuka bisnis, agar
mereka di kemudian hari menjadi seorang wirausaha yang berbakat dan berhasil.
Adapun tujuan kewirausahaan
adalah :
a. Untuk
mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng hasilkan kemajuan
dan kesejahtraan masyarakat.
b. Untuk
membudayakan semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
c. Untuk
meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
Pengertian
Wirausaha
Wirausaha berasal dari bahasa
Perancis yaitu enterprenew yang berarti orang yang membeli barang dengan
harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang itu akan
dijual.
Ada beberapa pengertian wirausaha
menurut beberapa pandangan diantaranya adalah :
a. Menurut
pandangan seorang Businessman. Wirausaha adalah ancaman, pesaing baru
atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak
bekerjasama.
b. Menurut
pandangan seorang Ekonom. Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang
mengorganisasi faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk
tujuan produksi.
c. Menurut
Pandangan seorang Psikolog. Wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan
dari dalam untuk mencapai suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau
menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
d. Menurut
Pandangan seorang Pemodal. Wirausaha seseorang yang menciptakan kesejahtraan
buat orang lain yang menemukan cara-cara untuk menggunakan resources,
mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyarakat.
e. Menurut Gede
Prama. Wirausaha adalah orang-orang yang berani memaksa dirinya untuk menjadi
pelayan bagi orang lain.
Ada beberapa sifat dasar dan
kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha adalah seorang pencipta
perusahaan dan orang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun
antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan.
Manfaat Wirausaha
a. Menambah
daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b. Memberi
contoh bagaiamana harus bekerja keras, tekun, tetapi tidak melupakan perintah
agama.
c. Berusaha
mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, ekonomis, tidak berfoya-foya dan
tidak boros.
d. Menjadi
contoh bagi anggota masyarakat sebagai pribadi unggul yang patut diteladani.
e. Berusaha
memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan
kemampuannya.
Keuntungan dan Kelemahan
Berwirausaha
Ada beberapa keuntungan dan
kelemahan berwirausaha diantaranya:
Keuntungan berwirausaha
Keuntungan berwirausaha
1) Terbuka
peluang untuk memperoleh peluang manfaat dan keuntungan secara maksimal
2) Terbuka peluang
untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh.
3) Terbuka peluang
untuk membantu masyarakat di dalam usaha.
4) Terbuka peluang
untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki.
Kelemahan berwirausaha
1) Bekerja
keras dan waktunya sangat panjang.
2) Memperoleh
pendapatan yang tidak pasti dan resiko yang sangat besar.
3) Tanggung jawabnya
sangat besar.
Sasaran dan Asas
Kewirasahaan
Dalam berwirausaha pasti memiliki
sasaran yang ingin dicapai serta asas untuk tercapainya tujuan.
Sasaran
Kewirausahaan adalah:
1) Para
generasi muda pada umumnya, anak-anak putus sekolah dan para calon wirausaha.
2) Para pelaku
ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil.
3) Organisasi profesi
dan kelompok-kelompok masyarakat.
Asas kewirausahaan adalah
sebagai berikut :
1) Kemampuan
memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
2) Kemampuan berkarya
dengan semangat kemandirian.
3) Kemampuan
berpikir, bertindak kreatif, dan inovatif.
4) Kemampuan bekerja
secara tekun, teliti, dan produktif.
Ruang Lingkup Kewirausahaan
Dalam berwirausaha banyak sekali
bidang-bidang yang harus digeluti diantaranya adalah :
a. Lapangan
pemberi jasa : pedagang perantara, pemberi kredit atau perbankan, pengusa
angkutan, pengusaha birojasa traverl pariwisata, pengusaha asuransi, dan lain
sebagainya.
b. Lapangan
perdagangan : pedagang besar, pedagang menengah, dan pedagang kecil.
c. Lapangan
agraris : pertanian (tanaman berumur pendek dan berumur panjang),
perkebunan, dan kehutanan.
d. Lapangan
perikanan : pemeliharaan ikan, penetasan ikan, makanan ikan, dan
pengangkutan ikan.
Karakteristik Wirausaha
Karakteristik adalah sesuatu yang
berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat/sikap seseorang terhadap perjuangan
hidup untuk mencapai tujuan lahir batin. Karakteristik wirausaha biasanya dapat
dilihat pada waktu mereka berkomunikasi untuk mengumpulkan suatu informasi atau
pada waktu menjalin hubungan dengan para relasi bisnisnya. Salah satu
kesuksesan seorang wirausaha adalah harus mempunyai karakteristik yang baik dan
menarik. Karena karakteristik seorang wirausaha yang baik akan
membawa kearah kebenaran, keselamatan, serta menaikkan derajat dan martabatnya.
Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa karakteristik wirausaha adalah
pembawaan, tetapi dalam hal mental bisa diubah melalui pendidikan dan
lingkungan yang baik.
Syarat mental yang perlu dipahami
adalah sebagai berikut :
a. Simpatik dan
berinisiatif
b. Optimis dan
percaya diri
c. Jujur,
berani
d. Mempunyai
imijinasi dan bertanggung jawab
e. Rajin dan
teliti
f. Seksama dan
waspada
Karakteristik
Wirausaha meliputi :
1) Komitmen
tinggi,
2) Sikap Jujur dan
Selalu Ingin maju dalam Berwirausaha,
3) Disiplin,
4) Kreatif dan
Inovatif,
5) Mandiri, dan
6) Realitas
Komitmen Tinggi
Komitmen Tinggi Seorang
wirausaha yang berhasil adalah seorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi.
Dalam pengertiannya komitmen diartikan sebagai berpegang teguh. Seseorang
memiliki komitmen tinggi berarti setiap saat pikirannya tidak pernah lepas dari
perusahaannya, ia memiliki sikap yang tegas, dan kosisten. Seorang
wirausaha yang memiliki komitmen tinggi adalah orang yang mentaati atau
memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil.
Faktor Pendukung
Ada beberapa faktor pendukung
yang betul-betul memanfaatkan komitmen tinggi. Faktor-faktor tersebut adalah
:
a. Konsisten,
tegas, dan fair.
Seorang wirausaha dalam
memutuskan sesuatu harus konsisten, maksudnya adalah sesuatu yang
diputuskan tidak boleh berubah-ubah.
b. Mercusuar
Dalam hal ini seorang wirausaha
harus memiliki kharisma, tidak sekedar menerangi dari kejauhan, tetapi
mempraktekan apa yang dibicarakan dan disampaikan.
c. Konsentrasi
pada manusia
Dalam hal ini seorang wirausaha
selalu memperhatikan kepada masalah, keinginan, dan perkembangan bawahannya
akan berhasil menciptakan atmosfer kerja yang lebih menyenangkan. Dengan adanya
perhatian yang baik dari pimpinan, maka siapapun yan mendapat tugas, akan
selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Seorang
wirausaha yang memiliki komitmen yang tinggi adalah seorang wirausaha yang
selalu menerapkan prilaku tepat waktu, tepat janji, dan perduli terhadap mutu
hasil kerja.
Pentingnya Komitmen Tinggi bagi
Seorang WirausahaSeorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi dalam berusaha
harus memiliki tujuh kekuatan yang dapat membangun kepribadiannya, diantaranya
adalah:
a. Kemauan
keras untuk maju dalam berwirausaha
b. Pemikiran
yang konstruktif dan kreatif dalam berwirausaha.
c. Ketekunan
dan keuletan dalam berwirausaha.
d. Kesabaran
dan ketabahan
e. Ketahanan
fisik dan mental
f. Kejujuran
dan tanggung jawab
g. Keyakinan
yang kuat untuk lebih maju.
Sikap komitmen tinggi sangat
penting bagi seorang wirausaha. Adapun pentingnya komitmen tinggi bagi seorang
wirausaha adalah :
a. Memperoleh
hasil yang maksimal dengan sumber daya yang minimal.
b. Meningkatkan
etos semangat kerja baik pribadi dan karyawan.
c. Meningkatkan
kesuksesan dalam berwirausaha.
d. Meningkatkan
rasa kepercayaan dalam berwirausaha.
e. Meningkatkan
dan memajukan perusahaannya.
Sikap Jujur dan Selalu Ingin
maju dalam Berwirausaha
Sikap jujur dalam berwirausaha
adalah mau dan mampu mengatakan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika
diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak berkhianat, apabila berkata selalu
benar, dan apabila berjanji tidak mengingkari.
Seorang wirausaha yang memiliki
sikap jujur akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat/pelanggan.
Karena sikap jujur merupakan kunci keberhasilan dalam berwirausaha. Untuk
menumbuhkan makna kejujuran dan tanggung jawab dalam diri seorang wirausaha
adalah dengan cara bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melatih disiplin
diri.
Selain memiliki sikap jujur,
seorang wirausaha harus memiliki sikap selalu ingin maju, wirausaha yang selalu
ingin maju adalah seorang wirausahawan yang tidak mudah menyerah, pasrah
ataupun tidak mudah putus asa. Wirausaha yang selalu ingin maju akan mempunyai
etos kerja dan semangat yang tinggi berjuang tanpa mengenal lelah.
Menurut Stepen Covey dalam
bukunya First Thing’s First, ada 4 (empat) sisi potensial yang dimiliki manusia
untuk maju, yaitu :
1) Self
Awareness atau sikap mawas diri.
2) Couscience:
mempertajam suara hati supaya menjadi manusia berkehendak baik seraya
memunculkan keunikan serta memiliki misi dalam hidup.
3) Creative
Imagination: berpikir dan mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan
imajinasi, khayalan, serta adaptasi yang tepat.
4) Independent Will:
pandangan independen untuk bekal bertindak dan kekuatan untuk mentransendensi.
Pentingnya sikap jujur dan selalu
ingin maju adalah sebagai berikut :
1) Dipercaya
oleh masyarakat konsumen.
2) Memiliki rasa
percaya diri yang kuat.
3) Memiliki mental
yang kuat.
4) Memiliki
kesabaran.
5) Selalu tabah.
6) Memiliki disiplin
diri.
Sikap dan Prilaku
Disiplin
Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa
inggris disciple yang berarti pengikut atau murid. Perkataan disiplin mempunyai
arti latihan dan ketaatan kepada aturan.
Menurut S. Nasution (1972:63) disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan yang harus dicapai, dilarang atau diharuskan.
Disiplin yang baik tidak tercapai apabila tingkah laku seseorang terlampau dikendalikan oleh bermacam-macam peraturan dan tindakan. Sikap disiplin mestinya tumbuh sendiri dalm diri seseorang yang merasa terpanggil.
Menurut S. Nasution (1972:63) disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan yang harus dicapai, dilarang atau diharuskan.
Disiplin yang baik tidak tercapai apabila tingkah laku seseorang terlampau dikendalikan oleh bermacam-macam peraturan dan tindakan. Sikap disiplin mestinya tumbuh sendiri dalm diri seseorang yang merasa terpanggil.
Upaya pembentukan sikap disiplin
dapat dilakukan di dalam ataupun di luar sekolah. Konsep disiplin dilinkungan
sekolah pada umumnya selalu memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Peraturan-peraturan
yang jelas serta sanksi-sanksi hukumnya yang jelas.
b. Peraturan-peraturan
yang akan ditentukan pihak sekolah harus masuk akal dan dipahami oleh semua
pihak.
c. Konsep
disiplin yan dibuat sekolah adalah untuk kepentingan keadilan, kesejahtraan
bersama.
d. Tata aturan
disiplin harus disepakati bersama serta dijalankan secara baik dan konsekuen
Dalam menerapkan disiplin
berwirausaha dalam pola asuh di lingkungan sekolah, maka perlu dilakukan upaya:
a. Menanamkan
berbuat jujur.
b. Menanamkan
rasa syukur, berdoa dan bekerja.
c. Menanamkan
sikap mau bekerja keras.
d. Menanamkan
sikap mental untuk maju berusaha.
e. Menanamkan
ketulusan untuk maju bersama.
f. Menanamkan
sikap iklas.
g. Menanamkan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pentingnya Disiplin
Pentingnya disiplin belajar
bekerja, berkarya, dan berpartisipasi adalah sebagai berikut :
a. Menghargai
usaha secara aktif dan produktif.
b. Suasana yang
menyenangkan.
c. Konsep
disiplin dapat diterima semua pihak.
d. Adanya
hormat-menhormati semua pihak.
e. Meningkatkan
prestasi belajar berkarya dan berpartisipasi.
f. Saling
menghormati semua pihak.
g. Menciptakan
kreatifitas dan produktivitas yang tinggi.
Penanaman disiplin pada diri
seorang wirausaha akan memberikan kekuatan. Kekuatan tersebut antara lain :
a. Menguasai
keadaan kehidupan.
b. Mengatasi
kegagalan.
c. Membentuk
pola berpikir sehat dan logis.
d. Dapat
mengontrol sikap dan tingkah laku.
Kreatif dan Inovatif
Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau
hubungan-hubungan baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya. Kemampuan untuk memecahkan suatu masalah dan memanfaatkan suatu
peluang didasari oleh sifat kreativitas dari para pengelolanya, yaitu kemampuan
untuk menciptakan gagasan baru dan menemukan cara baru dalam menyikapi masalah
dan memanfaatkan peluang.
Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan gagasan-gagasan baru
atau pemecahan kreatif terhadapberbagai masalah dan dalam memanfaatkan peluang. Pengertian
kreativitas dan inovasi secara singkat sering dianalaogkan : creativity
– thinking new things, innovations = doing new things.
Kreativitas tidak selalu dihasilkan dari sesuatu yang tidak ada sering
sekali merupakan perbaikan dari sesuatu yang telah ada. Sering juga gagasan
baru timbul secara kebetulan yang penting untuk dipahami mengapa kreativitas
dan inovasi tersebut merupakan cirri-ciri yang melekat kepada wirausah
Bagaimana alam pikiran seseorang
wirausaha sehingga menjadi sumber kreativitas dan inovasi?
1) Seorang wirausaha selalu mengimpikan
gagasan baru.
2) Selalu mencari peluang baru atau mencari cara baru
menciptakan peluang baru.
3) Selalu
berorientasi kepada tindakan.
4) Seorang pemimpi
besar, meskipun mimpinya tidak selalu cepat direalisasikan.
5) Tidak malu untuk
memulai sesuatu, walau dari skala kecil.
6) Tidak pernah
memikirkan untuk menyerah, selalu mencoba lagi.
7) Tidak pernah takut gagal.
Kiat-Kiat Untuk Menjadi Kreatif
Beberapa kiat / kebajikan untuk
medorong kreativitas bagi seluruh sumber daya manuasia dalam organisasi, antara
lain :
1) Kreativitas
harus dipandang sebagai suatu kebutuhan perusahaan.
2) Mempunyai sikap
toleransi terhadap keberhasilan atau kegagalan.
3) Mendorong sikap
keingintahuan.
4) Menyikapi masalah
sebagai tantangan.
5) Mengadakan pelatihan-pelatihan kreativitas secara
teratur.
6) Menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk
terlaksananya kegiatan yang kretaif.
7) Memberikan
penghargaan bagi kreativitas yang berhasil.
8) Membuat model-model teknik mengembangkan
kreativitas untuk dipelajari untuk perorangan maupun kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar